Puisi I

Bunga Cantik

Cantiknya bunga-bunga ini

Satu warna selaras

Begitu indahnya mereka

Terbentang luas berjejeran

Cantik, kataku

Ah?

Aku berada di antara bunga-bunga ini

Lebih cantik, kataku lagi

Kini mereka seakan menari di hadapanku

Mengikuti ke mana arah angin bertiup

Tersentak

Kudengar suara yang begitu kukenal,

Dia yang mendadani bunga-bunga di ladang,

Dia yang menjadikan segalanya indah,

Terlebih kamu!

Kamu?

Yang diciptakan melebihi bunga-bunga itu

Mereka cantik bukan?

Apalagi kamu…

Lebih cantik melebihi bunga-bunga itu

[14-01-09]

::..~oO0Oo~..::

Berdiri Bersama Waktu

Aku berdiri
Enggan ‘tuk berjalan lebih jauh
Tak mau kupercaya padamu, Waktu
Kau tak beritahu aku,
amat cepat langkahmu

Jalan yang kutempuh
Baru tiga tahun lamanya
Namun jejak itu hampir hilang adanya
Sungguh,
Aku hanya ingin berdiri
Tak ingin berjalan lebih jauh
Bukan karena takut ke mana berjalan
Tapi takut jejak itu semakin hilang,
hilang lenyap akhirnya

Waktu,
Aku mau berdiri saja
Tak peduli secepat apa langkahmu
Biarkan aku menoleh ke belakang sejenak,
dan mengukirkan jejak itu dalam hati

[170707]

::..~oO0Oo~..::

Dalam Duniaku (anak autis)

waktu-waktuku adalah ketika aku tidak mengerti
aku terduduk di tepi meja makan detik itu
gembiranya menyantap makanan kesukaanku
kesenanganku adalah ini,
kehidupanku adalah berada di dalam duniaku,
di mana hanya ada aku dan ‘kesukaanku’

dunia itu
tempat teraman di mana aku bisa bersembunyi dari yang lain
dari mereka,
dari ibu dan saudaraku

mereka yang sedang duduk di ujung meja makan yang lain
dengan nada tinggi, mereka bertukar kata
begitu mengganggunya mereka menunjuk aku
sekali
dua kali
sampai pada puncaknya waktu mereka menangis
mereka memandangku dengan tatapan itu

tapi apa salahku?

biar!
aku tidak mau peduli,
aku masih mau menikmati kesukaanku
menjelajahi lezatnya daging yang ada di piringku

tidak! tidak!
jangan lagi
mereka menyebut namaku
mengusikku dengan cerita mereka

terhentak,
kusadar aku beban bagi mereka
100 kilo? 200 kilo?
beratkah untuk mengangkatnya?
samar untuk menangkap cerita mereka tentangku
namun aku tahu itu bukan suatu yang baik

kutatap wajah ibuku,
sedih
kupandang kakakku,
pucat
kuamati mereka
dan ingin aku menjelaskan kalau aku mengerti
tetapi tidak
aku tidak bisa
duniaku ini…
aku tak ingin menjauh darinya
terlalu aman
terlalu nyaman

sudahlah
aku tak mau tahu lagi
biar, biar aku di sini
tinggal di dalamnya
aku tenang

[080707]

::..~oO0Oo~..::

Cinta Dari-Mu
Ketika keduanya menyapa
Dua anak manusia saling mencintai
Yang karenanya mereka disatukan
Yang karenanya rencanaMu terjadilah
Engkau yang teramat adil
Yang maha kasih
Kau katakan tak baik Adam seorang sendiri
dan tak Kau ciptakan Adam sendiri
Kau buat Hawa dari tulang rusuknya
dan tak pernah Kau ciptakan Adam kedua
sungguh indahnya Engkau
ciptakan semuanya baik
menyaksikan cinta terjalin antara mereka
mensyukuri sbab Engkau terlebih dulu mencinta

[170605]

::..~oO0Oo~..::

Takut, Ragu, dan Bodoh
Ya Tuhan,
Ketakutanku adalah
ketika aku sungguh lemah,
ketika tak kumengerti dalam lemah ada kuatku,
dan ketika itulah aku mulai takut
masihkah aku mempercayai-Mu?

Ya Tuhan,
Keraguanku adalah
ketika egoku membumbung tinggi,
ketika telingaku memekakkan segala yang baik,
dan ketika itulah aku mulai ragu
Benarkah aku mengasihi-Mu?

Ya Tuhan,
Kebodohanku adalah
ketika tak kutahu liku jalan hidup,
ketika tak kulihat cerahnya masa mendatang,
dan ketika itulah aku sungguh bodoh
Apa hidup ini masih di tangan-Mu?

Ya Tuhan,
Kutahu semua ini salah adanya
Telah berdiri di atas pengertianku sendiri
Bukan sifatmu ‘tuk meninggalkanku
umatMu yang tidak berdaya
Karena Engkau Tuhan yang hidup
Tak akan aku takut, ragu, dan bodoh lagi

050605

::..~oO0Oo~..::

Lihatlah Aku, Tuhan!

Lihatlah Aku, Tuhan!
AnakMu yang dipenuhi amarah dan dendam
Tidak mampu mengendalikan diri
Dikuasai oleh keterpurukan hati

Ketika pengkhianatan dan kesendirian
Aku tahu Engkau setia
Berada di sisiku selalu
Mencurahkan kasihMu tiada berakhir padaku

Tetapi bodohnya aku
Tidak bisa merasakan itu
Tahu bahwa dagingku ini jahat
Malah membiarkannya menghalangi kasihMu

Lihatlah Aku, Tuhan!
AnakMu yang dipenuhi pikiran buruk
Membenci sesamanya
Hingga terlalu sakit untuk mengampuni

Ketika ingatan diputar kembali
Kepala ini terus menggali sebuah luka
dan hati ini terus mengeraskan sebuah batu
Anehnya, lidah ini masih mau berseru padaMu

Lihatlah Aku, Tuhan!
AnakMu yang mau mengakui kelemahannya
Yang tidak berdaya tanpaMu
Yang hancur tanpa kasihMu
Karenanya Tuhan
Kiranya Engkau yang menyempurnakan diri yang hina ini

[170505]

::..~oO0Oo~..::

Cita-Cita
Cita-cita banyak
Pusing sendiri
Membat daftar sampai penuh
mencari yang mana yang prioritas
Keinginan banyak
mimpi selangit
Akhirnya tersesat dalam pikiran sendiri
Mencari jalan menggapai mimpi
dan mendapati jalan itu terus bercabang
Akhirnya kembali tersesat
Cita-cita semakin banyak
Keinginan semakin banyak
Supaya tidak semakin pusing
butuh usaha ekstra besar
Karna cita-cita dan usaha
Bagaikan hukum fisika yang berbanding lurus

[160504]

::..~oO0Oo~..::

Definisi Cinta

Cinta adalah perasaan ini
Berdebar begitu aneh
Berdegup begitu cepat

Apa aku tertipu?
Kata mereka, cinta datangnya indah
Saking indahnya,
sampai bikin hati melonjak
lupa makan,
lupa tidur,
lupa segalanya

Nah, apa indahnya jika lupa segalanya?
Aku justru tersiksa
Karenanya pikiranku tersita
Karenanya aku merinding sendiri
Karenanya aku kehilangan kendali

Kalau tahu begini,
aku tidak mau percaya definisi cinta
Dan kalau bisa kubenarkan,
cinta adalah perasaan kacau, kacau, dan kacau

Apa? Aku dangkal?
Kata mereka aku ini dangkal
Kata mereka aku ini awam
Memang salahkah aku menyimpulkan cinta seperti itu?
Cinta orang awam
Cinta dari penjelajah cinta yang pertama

Kata mereka lagi,
Cinta itu memberi dan menerima
Saling berbagi dan mengasihi
Saling menolong dan menguatkan
Saling melengkapi dan menyempurnakan

Lalu aku termangu,
akan definisi cinta yang baru
Perlu bagi orang awam sepertiku
menguji definisi cinta yang baru

[160505]

::..~oO0Oo~..::

Dunia Goncang

Dunia goncang gancing
Manusia terpelanting
Alam bumi marah
Adalah malapetaka tiada tara
Ketika kecongkakan menatap langit
Mengira tak akan ada yang menggigit
Mata buta akan harta kekayaan
Meski tak dapat membeli keselamatan
Manusia begitu kecil
Di hadapan-Nya kita dekil
Kehendak-Nya siapa yang mampu melawan
Hanya bisa panjatkan doa dan harapan

Dunia goncang gancing
Manusia pontang-panting
Alam bumi bergolak
Umat berteriak
Ketika keganasan alam merenggut
Hidup lalu memungut-mungut
Hati kehilangan hormat bangsa
Menerima bantuan ialah asa
Hai manusia, tidak sadarkah kamu?
Di bumi kita adalah tamu
Yang pasti datang dan pergi
Yang pada-Nya pasti kita kembali

[190405]

::..~oO0Oo~..::

Cerita Papa dan Anak

Suatu ketika Papa mengatakan sesuatu pada anaknya
membujuk, mungkin
Berhentilah merengek!
Namun Anak begitu kecil,
tak mengerti bahkan tak mau mendengar ucapan Papa
Seketika amarah membalut hati
Amarah disertai keraguan akan Papa
Anak itu terlalu kecil,
terlalu kecil untuk mengenal Papa,
terlalu kecil pula untuk mengerti keraguan
Tetapi dasar anak kecil, tetaplah anak kecil
Berharap cinta kasih dengan caranya
Karena itulah ia beribu pasti
Papa sudah tidak sayang lagi padaku
Ternyata Papa teramat mendalami anaknya
Ia tahu sebelum tuduhan itu terlontar
Papa pun sedih
Tetapi sekali lagi anak itu terlalu kecil,
sedang Papa begitu besar
Anak yang kecil tidak mungkin mengerti Papa yang besar
Cinta kasih Papa yang besar
Bukankah Papa selalu menyangi anaknya?
Namun Anak memang tidak mengerti konsep itu,
dan tidak akan mengerti sebelum ia tumbuh dewasa

[160405]

::..~oO0Oo~..::


13 Responses to “Puisi I”

  1. UNIIISSSSS….

    gile apikk apikk pekk puisie keren!!!!!!!!

    itu buatan mu tah nice? kabeh??? ato copy paste???

    gile keren soroooo……….

  2. iya copy paste.. huhu..
    copy dari kepala, paste di blog..
    halah!

  3. baaaaaaaaaaaaaaaagus

  4. wah taksaingi pow…sesuk takmikir sik

  5. ok buanget

  6. wow it’s very excellent!!!!!
    geguritan iki apik banget yo!!!!!

  7. tengkiu…itu sbenernya uneg2 yg ada di hati aja =)

  8. Nice puisimu bagus-bagus. Tapi punya saya lebih bagus, baca ya
    Malam Dingin

    OOOOOOOMalam yang dingin
    Aku masuk angin
    kerokin dong

    gimana bagus nggak nice???

  9. Awam siapa ya?
    did I know you?

    haha… itu puisi perlu dilanjutin mas =)

  10. puisi u membuat q smakin semagat untuk mengikuti lomba baca & cipta puisi tahun ini….

  11. aku bner2 kagum..
    sukses terus ya…
    ajarin doonk ..
    haha.. :)

  12. @ astri: wah seneng kalo bisa bikin kamu tambah semangat lagi =)

    @ stefani: hehe.. makasih:). ajarin? aku rasa puisi itu sarana buat ngungkapin perasaan kita sebebas2nya kali ya. jadi apa yg kamu rasaain tinggal tulis. hehehe… tapi walopun bgitu, tetep puisi harus ada inti pesannya juga. coba2 tulis deh. semuaya berawal kalo kita mencoba kan? :D

  13. feels like u drew me into yr beautiful world. don’t let me out cos i don’t wanna get out, even just for a sec. this world of yours is too good to stay in tho. pull me back down to earth so that i can build this dream as high as yr sky.

Leave a Reply